8 bulan sudah kejadian itu berlalu, namun.. sampai sekarang pun aku masih tidak bisa melupakan sosoknya dalam kehidupanku. pagi, siang, sore, malam hingga pagi lagi pun masih saja wajahnya melayang di pikiran ku. apa ini balasan tentang semua ucapanku? aku yang begitu meremehkan tentang hal sakit hati dan kini malah aku yang mengalaminya dan aku sendiri yang tidak bisa menerima dan merelakan ia bersama orang lain??
sulit, ternyata amat sulit. tidak mudah melupakan seseorang yang pernah hadir di hari-hariku dan memberikan warna di duniaku. rasanya aku mau mati saja untuk bisa menyudahi sakit yang aku rasakan ini. lebay? biarkan. cuma itu yang aku rasakan sekarang.
entah kapan aku bisa melupakan ia, entah berapa lama lagi. dan mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya. jujur saja, mungkin tak ada lagi lelaki seperti dia. itu yang membuatku tak bisa melupakannya. apalagi saat ia membacakan puisi yang khusus ia buatkan untukku? ahhh seandainya saja dulu aku lebih dewasa dalam berfikir mungkin takdir tidsk membawaku ke masa terburuk ini.
mungkin di depan orang lain aku memang terlihat tegar, namun siapa sangka kalau aku terluka? sangat terluka. mungkin keihklasan ini bukti pengorbanan cintaku untuknya. walau sesungguhnya jiwa berderai tangis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar