Sabtu, 22 Maret 2014

Before Rain #2


Sudah 4 hari kejadian paling menyedihkan itu berlalu. Cuma, bekasnya luka tusukan kata-kata itu masih membekas hingga kini. Hari-hariku terasa berat. Apa ini yang dinamakan Patah Hati? Kalau iya, sungguh amat menyakitkan. Aku jadi teringat saat diriku dulu merasakan sakit gigi, dengan entengnya aku mengataka ‘ lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ‘ . jujur, saat itu aku belum pernah merasakan sakit hati makanya aku begitu lantang mengucapkan itu. Tapi saat ketika patah hati itu datang tanpa di undang rasanya ingin kutarik kata-kata ku tersebut. Lebih baik sakit gigi 1-2 hari akan hilang daripada patah hati yang entah kapan ia akan menghilang dan lenyap.

Selama ini aku hanya menceritakan kejadian kepada satu temanku, namanya Putri. Dia teman kampusku. Orangnya cantik,pendiam,cerdas dan berwibawa. Aku mengenalnya lewat twitter dan ternyata  kita teman sekelas. Aku hanya bercerita semua ini dengannya. dia yang selalu setia mendengar ceritaku, keluh kesahku dan semua carut-marut perasaan kelam dihati aku tumpahkan padanya. Dia yang selalu menyemangati agar selalu menatap ke depan dan jangan sekali-kali pernah menengok kebelakang. Lupakan, hilangkan dan ikhlaskan. 

Cinta dan kehilangan begitu dekat ternyata, sesaat aku teringat saat pertama kali cinta itu muncul diantara aku dan dia. Begitu indah, muncul secara natural dan lucu.  Mengapa lucu? Karna umurku yang terpaut lumayan jauh dengannya. namun aku lupa untuk menyiapkan kata ‘selamat tinggal’ kepadanya karna yang ada dipikiranku hanya selalu bersama dan tetap akan bersama. Namun sangat berbeda dengan kenyataan. Takdirku bukan dengannya dan dia bukan denganku. Kami terpisah. Tanpa ada kata pertanda bahwa kami sudah pisah dan pergi menuju jalan kami sendiri-sendiri. 

Kesedihan yang teramat dalam akan menerpa setelah cinta yang begitu kita harapkan tak bisa berlanjut. Padahal telah terlakoni sekian rajutan kenangan bersamanya. Namu ikhlas menerima kenyataan, itu wajib dilakukan ketika cinta tak juga menyatakukan hati.
Novel : Selamat Tinggal Kenangan by Aster Putih’

Apa aku dapat ikhlas menerima kenyataan bahwa kini ia milik orang lain? Jujur saat ini aku sangat cemburu jika membayangkan dia dengan wanita lain, aku selalu berdoa semoga hatiku ikhlas menerima kenyataan ini. Tapi entah kapan aku bisa ikhlas. Hanya waktu yang mampu menjawabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar